E-Warung Wujud Keseriusan Pemerintah Melakukan Gerakan Non Tunai

E-Warung wujud keseriusan pemerintah melakukan gerakan non tunai – Sejak sebulan setelah pelantikan Presiden Indonesia terpilih mulai menggencarkan Bantuan Sosial melalu non tunai. Setidaknya 19 Kementrian terlibat dalam perencanaan pelaksanaan bantuan sosial secara non tunai. Kementrian sosial menjadi corong utama dikeluarkannya berbagai macam bantuan sosial terutama bantuan sosial dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Berbagai macam bantuan kepada masyarakat miskin sedang diupayakan agar kedepannya dapat di integrasikan, sehingga satu keluarga tidak harus memiliki beragam kartu, cukup satu kartu untuk seluruh bantuan.
Salah satu program terbaru dari kementrian Sosial yang menggunakan transaksi non tunai adalah e-warung. E-warung ini merupakan bantuan sosial yang diberikan secara non tunai kepada penerima bantuan Program Keluaga Harapan (PKH) dan Beras Sejahtera (Rastra). Dalam tahun 2016 ini ditargetkan sebanyak 600an ribu penerima PKH dapat terakses dengan e-warung. Dalam pelaksanaan e-warung dibekali dengan webpace yang memungkinkan setiap penerima dapat bertransaksi dengan zero cost dan apabila lupa pin dapat menggunakan one time pin (pin yang dapat digunakan sekali pakai).

Pemerintah berharap dengan diberlakukannya e-warung ini bantuan yang diberikan kepada masyarakat lebih tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat. Hal yang sangat menjadi sorotan dari pelaksanaan e-warung ini adalah agar bantuan menjadi tepat sasaran. Tidak sedikit penerima PKH yang mendapatkan bantuan secara tunai tidak digunakan untuk keperluan sehari-hari. Alih-alih untuk membeli susu untuk anaknya uang tersebut digunakan untuk membeli rokok suaminya. Pemiliki e-warung dapat menggunakan kartu yang dimilkinya untuk berbelanja ke warung yang sudah bekerja sama dengan pemerintah. Pemilik e-warung dipersilahkan membeli barang kebutuhan pokok kemudian memasukkan pin pada alat yang sudah disiapkan oleh penjual.

Keuntungan dalam penerapan e-warung ini juga dapat dirasakan oleh penjual yang bekerjasama memberikan pelayanan. Misalnya untuk penjual beras yang melayani penerima beras sejahtera, mereka akan mendapatkan fee karena telah melakukan pengepakan beras.
Adanya e-warung ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam menggalakkan gerakan non tunai. Gerakan non tunai ini diperkenalkan secara luas kepada seluruh masyarakat tidak terkecuali kepada lapisan masyarakat menengah kebawah.

(Visited 118 times, 1 visits today)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *