Guru Sebagai Tombak Pendidikan Cashless Society

Guru sebagai tombak pendidikan cashless society – Dunia perbankan sedang berlomba-lomba untuk mengenalkan transaksi non tunai kepada masyarakat luas. Dipercaya suksenya pengenalan mereka terhadap transaksi non tunai akan memberikan dampak pada banyaknya masyarakat tertarik untuk memanfaatkan akses perbankan. Dengan kata lain, jumlah nasabah untuk bank mereka semakin meningkat.

Beberapa bank-bank pemerintah melakukan sosialisasi kepada guru-guru di daerahnya. Besar harapan para guru akan berubah menjadi agen untuk mewujudkan cashless society. Kedudukan guru di sekolah sebagai seseorang yang didengar penjelasannya dapat menjadi salah satu alat suksesnya perkenalan transaksi non tunai kepada para pelajar. Di sisi lain, di lingkungan masyarakat Indonesia posisi guru adalah posisi terhormat yang dimasukkan kedala jajaan tokoh masyarakat. Ketika mampu memberikan edukasi mengenai cashless society tentu akan mendapatkan dua keuntungan. Keuntungan pertama memperkenalkan kepada pelajar di sekolah dan disisi lain melakukan kampanye kepada masyarakat luas.

Pemahaman mengenai pemanfaatan internet bangking, mobile bangking, sms bangking, uang elektronik dan berbaga macam kartu lainnya perlu diperkenalkan kepada para guru. Guru adalah salah satu instrumen penting untuk menyiapkan generasi Indonesia di masa depan. Melalui mereka pula kita harapkan guru dapat menjadi corong suksesnya pembetukan cashless society.

Ribuan bahkan jutaan pelajar ada di balik seorang guru, kesuksesan dunia perbankan dalam mengedukasi pentingnya transaksi non tunai kepada mereka dapat memberikan dampak signifikan. Edukasi saja tidak cukup, pemeberian tawaran kepada para pelajar untuk membuat kartu tabungan pendidikan juga perlu dilakukan. Paling tidak, pelajar sudah merasa aman menggunakan karti tersebut ketika para guru juga sudah terbiasa menggunakan instrumen transaksi non tunai.

Memperkenalkan transaksi non tunai kepada para guru juga dapat memberikan edukasi agar mereka dapat mengatur keuangan dengan baik. Sehingga para guru dapat memberikan pengrahan kepada para siswa agar mampu merencanakan keuangan sejak dini untuk masa depan mereka.

Pelaksanaan gerakan transaksi non tunai memang membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar dapat sampai pada tujau utama dilakukannya gerakan ini. Dan guru menjadi salah satu segmen masyarakat yang tidak boleh dilupakan dalam pembentukan masyarakat cashless society.

(Visited 99 times, 1 visits today)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *