Laila Istiana – Anggota DPR RI wakil suara Jateng Empat

Laila Istiana – Dunia politik sejauh ini masih selalu dikuasai oleh kaum adam. Meski demikian, seiring berjalannya waktu, para kaum hawa mulai sedikit demi sedikit mampu menunjukkan eksistensinya dalam bidang ini. Walaupun jumlahnya tidak sebanyak pria, sudah banyak wanita yang mampu membuktikan diri dengan terjun di dunia politik dan memegang peranan penting di bidangnya.


Di beberapa negara, bahkan Indonesia sendiri, tampuk kekuasaan presideh pernah digenggam oleh seorang wanita. Hal ini jelas membuktikan bahwa dunia politik tidak lagi terlalu “maskulin” untuk dijajaki oleh kaum hawa. Di Indonesia, para politikus wanita kerap dijuluki “Srikandi” untuk mengapresiasi ketangguhan dan ketegarannya dalam bertahan di ranah kerja yang mayoritasnya adalah pria. Sebut saja Ibu Sri Mulyani, atau Ibu Susi Pudjiastuti yang setiap prestasinya selalu disorot media dan mendapatkan apresiasi dari seluruh masyarakat Indonesia. Diantara para “Srikandi-srikandi besar” tersebut, ada beberapa politikus wanita yang tidak banyak mendapatkan sorotan kamera, meski telah membuktikan diri dengan menjalankan amanat yang diembannya dengan baik. Ibu Hj. Laila Istiana Istiana DS, SE, misalnya.

Ibu Hj. Laila Istiana Istiana DS, SE adalah Anggota Komisi X DPR-RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2014-2019 yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga dan kepemudaan. Sebelumnya, beliau adalah Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Surakarta pada tahun 2005-2010. Saat ini, beliau mewakili Dapil Jawa Tengah IV wilayah Wonigiri, Karanganyar, dan Sragen. Beliau adalah salah satu politikus yang begitu peduli dengan peran wanita dalam dunia politik. Beliau juga terkenal mampu memaparkan pendapat di depan public dengan sangat baik. Terkait pendapatnya tentang peran wanita dalam partai politik, beliau menyampaikan dalam acara Silaturahmi dan Halal bi Halal Badan Pemberdayaan Perempuan PAN, bahwa beliau mengajak seluruh kader perempuan di lingkungan partai politik tingkat daerah untuk lebih aktif dalam menggerakan roda partai, dan tidak hanya asal ikut berpartisipasi. Tak hanya itu, di depan perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-eks Karesidenan Surakarta, Ibu Laila mengungkapkan bahwa beliau menginginkan adanya forum khusus untuk wadah pemberdayaan perempuan di lingkup partai supaya antar kader wanita dapat saling mengenal dan berkoordinasi dengan lebih baik.

Selain memiliki pendapat terkait peran wanita di dunia politik, Ibu Laila juga kerap kali mengutarakan kritik dan pendapat yang membangun di berbagai bidang. Beliau meminta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk lebih memperhatikan 3 prioritas utama, yaitu potensi kriya, kuliner, dan fashion, khususnya di pedesaan dan di daerah-daerah yan belum banyak tersorot media. Beliau berharap pengembangan tidak hanya dilakukan untuk wilayah dengan 3 sektor prioritas yang sudah mandiri, namun justru ke wilayah pedesaan supaya pembangunan desa juga ikut meningkat.

Beliau juga cukup vokal dalam menyuarakan pendapatnya, yang menyayangkan rencana pembatalan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja di Jawa Tengah pada tahun 2017. Beliau berpendapat bahwa PON adalah salah satu ajang yang krusial dan memegang peranan penting dalam pengembangan bakat atlit-atlit muda daerah yang dibungkus apik dalam serangkaian acara kompetisi.

Memiliki pendapat yang kuat, berani mengutarakannya dengan cara yang baik, mendengar dan menyampaikan aspirasi rakyat adalah serangkaian tugas yang membutuhkan tanggung jawab dan keberanian besar dalam menyanggupinya. Tidak semua orang, baik itu pria atau wanita, memiliki mental yang cukup kuat serta pemikiran yang cukup matang tentang hal ini. Itulah mengapa, Ibu Hj. Laila Istiana Istiana DS, SE layak menyandang gelar “Srikandi” sekalipun jarang tersorot kamera.

Info detail klik website www.LailaIstiana.id

(Visited 38 times, 1 visits today)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *