Sejarah Kampus Universitas Diponegoro Semarang

Universitas – Universitas di Semarang tidak kalah Kualitasnya dengan Universitas terkenal yang ada di Pulau Jawa Lainnya. Ibu Kota Jawa Tengah ini memiliki Kampus yang sudah Berkualitas Nasional dengan puluhan Ribu Mahasiswa. Salah satu Kampus yang terkenal di Semarang adalah Kampus Universitas Diponegoro. Tahukah apa cerita dari salah satu kampus yang ada di Kota Terbesar Kelima ini. Yuk kita bahas Sejarah dari Kampus Universitas Diponegoro Semarang.

Universitas Diponegoro atau disingkat Undip adalah sebuah Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah, yang didirikan tahun 1956 sebagai perguruan tinggi Swasta dan Baru mendapat status sebagai Perguruan Tinggi Negeri pada tahun 1961. Nama dari Kampus Terkenal yang berada di Semarang ini diambil dari nama seorang pahlawan Nasional yang merupakan seorang pangeran pengobar semangat kemerdekaan dari Tindakan Kolonialisme Belanda di awal abad ke-18. Semangat inilah yang menginspirasi dari nama Undip tersebut.

Sejarah Universitas diponegoro

Menurut sejarah sekitar awal tahun 1950-an Masyarakat Jawa Tengah dan Masyarakat Semarang Khususnya, membutuhkan kehadiran sebuah Kampus atau Universitas sebagai pelaksana pendidikan dan pengajaran tinggi. Hal itu demi membantu pemerintah dalam menangani dan melaksanakan pembangunan di segala bidang. Pada saat itu Provinsi Jawa tengah ini hanya memiliki Universitas Gajah Mada yang berstatus Universitas Negeri.

Munculnya pertambahan lulusan SMU di Jawa Tengah di bagian utara yang inging melanjutkan pendidikannya ke jenjang Perguruan Tinggi di Universitas, membuat Universitas-universitas yang ada tidak bisa menampung semuanya. Menyadari akan kebutuhan perguruan Tinggi ini yang semakin mendesak, dibentuklah Yayasan Universitas Semarang dengan akte Notaris R.M. Soeprapto No. 59 tanggal 4 Desember 1956 sebagai langkah awal didirikannya universitas di Semarang dengan nama Universitas Semarang.

Beberapa tokoh yang menjadi pengurus yayasan dalam akte notaris, sebagai ketua Mr. Soedarto, Wakil ketua Mr. Dan Soelaiman, Panitera Mr. Soesanto Kartoatmodjo, Bendahara Tuan Achmad Tjokrokoesoemo, Pembantu Mr. Imam Bardjo, Mr. Goenawan Goetomo, Mr. Tan Tjing Hak, dan Mr. Koo Swan Ik.

Secara Resmi Universitas Semarang dibuka pada tanggal 9 januari 1957, dan yang menjadi Presiden Universitas tersebut adalah Mr. Imam Bardjo dan waktu itu beliau juga memberikan mata kuliah umum Hak-hak Azasi Manusia. Seiring berjalannya waktu dibukalah Jurusan lainnya seperti Fakultas Hukum, Fakultas Sosial dan Politik, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik.

Sampai pada tanggal 9 Januari 1960 di Upacara Dies Natalis ketiga Presiden RI Dr. Ir. Soekarno mengganti nama Universitas Semarang menjadi Universitas Diponegoro sebagai penghargaan terhadap Universitas Semarang atas prestasi dalam pembinaan bidang pendidikan tinggi di Jawa Tengah. Lalu di tahun 15 Oktober 1960 ditetapkan sebagai hari jadi Universitas Diponegoro dan juga disebut Universitas Negeri.

Universitas Diponegoro terus mengembangkan diri dengan melengkapi fakultas-fakultas yang sangat dibutuhkan sebagai pencetak sumber daya manusia yang berkualitas sarjana. Dalam kurun waktu 1961-1970, Universitas Diponegoro telah berhasil mendirikan empat fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran (1961), Fakultas Peternakan (1964), Fakultas Sastra (1965) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (1965).

Universitas Diponegoro juga telah memperoleh Akreditasi A (Sangat baik) dengan skor 361 dari Badan akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang berlaku sejak 2013-2018.

Itulah sekilas tentang Universitas Diponegoro, semoga kisah ini membawa Inspirasi bagi kita untuk berjuang sampai Lulus kuliah, bahwa betapa sulitnya untuk belajar ke perguruan tinggi pada saat yang lalu. Semoga menjadi Mahasiswa Terbaik dan Menjadi Penerus Generasi Muda yang Luar Biasa.

(Visited 975 times, 1 visits today)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *