Tips Menyimpan Uang Kertas agar Tetap Bersih dan Rapi #CintaRupiah

Cinta rupiah –  Uang kertas adalah salah satu bentuk atau jenis dari alat pembayaran (disamping uang logam ) yang digunakan oleh hampir semua orang di dunia. Meskipun uang kertas dapat disaldokan atau disimpan di Bank, namun terkadang orang juga ingin menyimpan beberapa uang tersebut dalam bentuk fisik atau tunai di rumahnya. Uang tersebut akan dibutuhkan dalam transaksi tidak tersedia fasilitas alat bayar elektronik. Selain itu, uang yang kita simpan dalam bentuk tunai akan bermanfaat dalam keadaan darurat, seperti ketika kartu ATM hilang, tertelan mesin ATM, terblokir, dicuri dan lain sebagainya. Ada juga orang menyimpan uang kertas untuk koleksi.
Namun biasanya uang kertas yang sudah lama disimpan akan berjamur, kusam, dan lusuh serta tidak rapi. Tentu ini akan memperpendek umur pemakaian uang tersebut. Penyebab kerusakkan tersebut biasanya karena uang kertas disimpan di tempat yang lembab. Jamur suka tumbuh di tempat yang lembab. Selain itu uang kertas juga sering disimpan tidak rapi, dikucek-kucek, tidak perduli bentuknya seperti apa. Alhasil setelah lama disimpan, uang kertas akan semakin kusut dan lusuh. Nah oleh karena itu, pada artikel ini penulis akan berbagi sedikit tips bagaimana menyimpan uang kertas agar tetap bersih dan rapi meski disimpan lama. Berikut beberapa tipsnya:
1. Jangan simpan uang kertas di tempat atau lingkungan yang lembab.

Uang kertas yang disimpan di tempat lembab, dijamin akan cepat berjamur. Jamur memang suka tumbuh di tempat yang lembab dan sedikit oksigen. Jamur pada uang kertas dapat dilihat kasat mata, sangat kecil, berwarna abu-abu, dan membuat warna uang kertas menjadi kusam. Jika diraba, uang akan terasa licin dan jika dicium, uang akan berbau khas jamur. Contoh tempat yang cocok untuk menyimpan uang adalah di lemari pakaian atau di antara lipatan pakaian. Selain itu dapat pula disimpan di toples atau wadah lain yang tertutup tanpa celah udara. Kemudian beberapa kantong kecil silika gel ke dalam wadah tersebut, tutup rapat dan simpan. Silika gel berfungsi untuk menyerap uap atau air yang terkandung di udara, sehingga udara di dalam wadah akan kering dan menghambat pertumbuhan jamur.

2. Jika dilipat, lipatlah uang kertas sesedikit mungkin lipatan.
Tidak jarang, banyak orang yang menyimpan uangnya dalam keadaan terlipat. Bahkan ada yang dilipat-lipat hingga uang menjadi berukuran kecil. Namun lipatan tersebut justru akan mengurangi estetika dari uang kertas tersebut. Bentuk uang kertas tidak akan tegar dan rapi lagi. Alhasil untuk mengembalikan bentuknya ke semula, uang kertas biasanya disetrika. Kebiasaan melipat untuk menyimpan uang kertas dilakukan orang biasanya agar meminimalkan penggunaan ruang simpan, sehingga dalam satu wadah dapat memuat banyak uang kertas. Namun sebetulnya, hal tersebut juga dapat tercapai dengan lipatan yang minimal, misalnya dua lipatan ke arah memanjang. Caranya adalah dengan menyusun uang kertas hasil lipatan tersebut dengan rapi. Dapat pula dengan menggabungkan beberapa lembar uang kertas yang telah dilipat menjadi satu bendel. Selain itu, beberapa uang kertas juga dapat digulung tanpa melipatnya terlebih dahulu, kemudian susun dengan rapi dalam menyimpannya. Dengan cara ini, uang kertas akan tetap tegar dan tidak kusut, namun tetap dapat memaksimalkan ruang tempat penyimpanan.

3. Minimalkan kontak dengan tangan.
Kontak tangan seringkali tidak disadari juga membantu kerusakan uang kertas. Tangan biasanya berkeringat. Keringat mengandung air dan minyak. Air dan minyak tersebut akan menempel pada uang kertas dan mempercepat pertumbuhan jamur dan noda. Hal tersebut dapat diatasi dengan menyimpan uang di dalam plastik kedap udara (bukan laminating) atau sebuah album. Kemudian sebaiknya dilakukan pemisahan uang kertas berdasarkan nominal, sehingga antar satu kantung plastik dengan kantung plastik lainnya berbeda nominal. Hal tersebut bermanfaat untuk memudahkan jika satu waktu dilakukan pengambilan.

4. Sebelum uang disimpan, keringkan uang dengan diangin-anginkan.
Untuk mengurangi air yang menempel di permukaan uang kertas, sebaiknya sebelum disimpan, dikeringkan terlebih dahulu. Namun, jangan menjemur uang kertas di bawah sinar matahari atau disetrika secara langsung. Hal tersebut dapat merusak tinta dan warna uang kertas. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menangin-anginkan uang kertas tersebut. Dapat pula dibantu oleh kipas angin atau hairdryer.

5. Cara membersihkan kotoran debu atau jamur
Kotoran baik itu debu atau jamur seringkali menempel pada uang kertas. Cara membersihkannya tentu bukan dengan mencucinya dengan air atau melapnya dengan lap basah. Pembersihan dengan bantuan air hanya akan mempercepat pertumbuhan jamur. Cara yang paling aman adalah dengan sesuatu yang lembut seperti kapas dan lap bedak. Gosokkan perlahan ke arah pinggir uang kertas, bukan ke arah tengah kertas. Cara lain adalah dengan menggunakan penghapus, dengan cara yang sama seperti kapas dan lap bedak. Atau cara yang lebih aman adalah dengan menggunakan bantuan potongan roti. Gosokkan potongan roti putih kecil ke arah luar atau dapat pula dengan menggulungkan potongan roti kecil tersebut di atas permukaan uang kertas. Alhasil uang kertas akan kembali bersih.

Nah demikianlah beberapa tips bagaimana cara menyimpan uang kertas agar tetap bersih dan rapi. Uang kertas yang bersih dan rapi tentu memperpanjang umur simpan dan umur pakainya. Sebaliknya, uang kertas yang kotor dan tidak rapi tentu akan memperpendek umur simpan dan umur pakai uang tersebut serta mengurangi estetikanya. Silahkan dicoba dan semoga tips di atas bermanfaat.

 

foto studmonk

(Visited 475 times, 1 visits today)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *